SMI: Degradasi Moral Mahasiswa Yogya Karena Budaya Konsumtif

WP_20140404_14_19_00_Pro

Gaya hidup mahasiswa Yogyakarta dewasa ini semakin menjauh dari tradisi keilmuan yang sejak lama sudah mengakar. Persoalan utama yang dialami mahasiswa Yogyakarta adalah kemerosotan moral yang ditandai dengan berbagai indikator, sebagaimana disampaikan oleh Social Movement Institute (SMI) dalam Presentasi Hasil Riset Gaya Hidup Mahasiswa di Ruang Multimedia Fakultas Hukum UGM, Jumat (4/4).

Riset yang dilaksanakan pada Desember 2013 tersebut mengambil sampel pada empat universitas yang ada di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA). Gafar Lakatupa, aktivis SMI yang juga salah satu anggota tim riset, ketika membuka pemaparan hasil riset tersebut mengemukakan bahwa  globalisasi menjadi faktor utama yang menyebabkan mahasiswa Yogyakarta berperilaku hedonis.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Sahide, sang koordinator tim riset. Mahasiswa, ke depannya paling tidak diharapkan akan menjadi pemimpin bangsa. Namun semakin lama mahasiswa semakin terjerat dalam budaya konsumtif. “Hal ini yang menjadi dasar SMI bergerak, bahwa potret mahasiswa Yogyakarta sekarang ini adalah mahasiswa yang konsumtif. SMI mencoba mengkaji realitas sosial mahasiswa dalam riset ini”, ujar pria yang juga mahasiswa Program Doktor Minat Kajian Timur Tengah di Sekolah Pascasarjana UGM ini.

Dalam salah satu rekomendasinya, SMI mengusulkan bahwa perguruan tinggi di Yogyakarta harus menjadikan perpustakaan sebagai jantung pengemban keilmuan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kampus setidaknya memperbanyak koleksi buku yang dapat mengundang mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan. Ahmad Sahide menambahkan, bahwa perubahan besar di masa depan akan lahir dari gagasan-gagasan besar,  membaca buku yang berkualitas dapat mendorong terciptanya hal tersebut.

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com