Menelaah Kembali Hadirnya Kurikulum 2013

Ini Gurindam Pasal yang Kelima

 

Jika hendak mengenal orang berbangsa

Lihat kepada budi dan bahasa

 

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia

Sangat memeliharakan yang sia-sia

 

Jika hendak mengenal orang yang mulia

Lihatlah pada kelakuan dia

 

Jika hendak mengenal orang yang berilmu

Bertanya dan belajar tiadalah jemu

 

Banyak perenungan yang bisa diambil dari kutipan pasal kelima yang terdapat dalam Gurindam Dua Belas. Gurindam Dua Belas ,karya dari Raja Ali Haji,  mengajarkan nilai-nilai luhur yang sudah semestinya diselipkan dalam pendidikan seperti: nilai religi, nilai etika, dan pendidikan.

Nilai-nilai tadi coba untuk digali kembali dalam sistem pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum 2013. Indonesia sudah berkali-kali ganti kurikulum. Dalam setiap pergantiannya selalu ada pro dan kontra yang mengikutinya. Tahun 1994, Indonesia menggunakan kurikulum 1994. Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) digunakan pada tahun 2004. Saat ini kurikulum yang masih digunakan sekolah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan tahun 2006.

 

4 elemen dalam pendidikan yang ingin dirubah melalui Kurikulum 2013:

  • Standar kompetensi lulusan
  • Standar proses
  • Standar isi
  • Standar penilaian

Keempat elemen itu menjadi pondasi dari Kurikulum 2013.

 

Ada beberapa perbedaan mendasar dari Kurikulum 2013 dengan kurikulum yang sebelumnya

  1. Terkait jam pelajaran

Fokus dalam Kurikulum 2013 adalah penambahan jam pelajaran. Hal itu berdasarkan asumsi bahwa jam pelajaran di Indonesia di bawah rata-rata jam pelajaran di negara lain. Sebagai contoh: untuk SD penambahan jam pelajaran dari antara 26 sampai 32 jam perminggu menjadi 30 sampai 36 jam. Untuk SMP dari 32 jam pelajaran per minggu menjadi 38.

Apabila ditelaah lebih jauh jumlah jam pelajaran membawa sisi positif dan negatifnya. Positifnya, dengan penambahan jam pelajaran mengakibatkan waktu siswa menjadi fokus di sekolah. Ilmu bertambah. Pergaulan anak (dianggap) lebih mudah dimonitori.

Dampak negatifnya ditakutkan anak menjadi kurang sosialisasi. Waktu bermain untuk anak SD misalnya menjadi berkurang. Padahal pada masa SD adalah masa yang baik untuk menumbuhkan kemampuan sosialisasi anak. Belum lagi pembelajaran ini mengurangi peran guru dan menambah peran siswa. Siswa diminta aktif dan mencari ilmu tambahan sendiri. Kurikulum  ini bisa mengurangi waktu sosialisasi anak dan dapat menciptakan robot. Pandai dan berbakat tetapi susah bergaul.

 

  1. Terkait mata pelajaran

Kurikulum 2013 memusatkan pendidikan yang berbasis karakter. Untuk itu beberapa mata pelajaran yang dirasa bisa menumbuhkan karakter seperti: pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan agama di tambah jam pelajarannya. Pada tingkat SD, pelajaran IPA dan IPS dihapuskan. Sebagai gantinya diintegrasikan dengan tema yang sesuai di mata pelajaran lain. Pelajaran IPA dan IPS baru dihadirkan di kelas V.

Untuk tingkat yang lebih tinggi, misal SMA, menekankan tidak hanya pembelajaran melainkan juga softskill dan hardskill. Metode penilaian dengan menggunakan huruf (A,B,C,D) tidak lagi angka.

Pendidikan karakter dan dukungan terhadap kemampuan siswa merupakan semangat utama yang dibawa Kurikulum 2013. Tidak hanya menekankan aspek kognitif melainkan juga psikologis dari siswa.

.

 

  1. Terkait peran guru

Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru. Peran guru di kelas mulai dikurangi.

Dalam Presentasi Draft Kurikulum 2013, disebutkan standar pengembangan guru didasarkan atas:

  • Mindset
  • Skills
  • Budaya Kerja
  • Perlindungan dan karir guru

 

Akan lebih baik jika standar guru tidak hanya didasarkan atas hal-hal teknis. Perlu ditingkatkan hubungan personal antara guru dan siswa. Kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah internasional ada korelasi tidak langsung dengan peran guru. Bagaimana mungkin guru tidak menyadari perubahan perangai pada siswanya? Bagaimana mungkin tidak merasa curiga?

Selama ini yang terjadi guru mengajar dan siswa mendapat ilmu. Hanya sebatas itu. Untuk tingkat sekolah dasar hal tersebut tidak terlalu kentara karena satu guru bisa mengajar banyak mata pelajaran. Intensitasnya menjadi lebih banyak. Memungkinkan guru memahami karakter didikannya. Tapi untuk tingkat SMP dan SMA interaksi guru dan siswa sedikit. Baik di dalam kelas apalagi di luar kelas.

 

Hadirnya Kurikulum 2013 dianggap mampu mengatasi krisis pendidikan yang ada saat ini. Intinya, jangan sampai siswa yang menjadi korban dari kegagalan sistem pendidikan. Mengingat kata salah satu pemimpin terbaik dahulu, “Barang siapa ingin menggenggam nasib suatu bangsa maka genggamlah para pemudanya” Umar Bin Hattab.

 

 

 

 

Sumber informasi:

  • Presentasi Pengembangan Kurikulum 2013, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, http://www.kopertis12.or.id/2012/11/27/presentasi-draft-kurikulum-2013.html
  • Pendidikan Karakter Anak Bangsa, Prof. H. Maswardi Muhammad Amin

Related posts

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com