Sepenggal Cerita dari PPSMB Merdeka

Perhelatan akbar untuk menyambut mahasiswa baru telah selesai digelar. Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) menjadi satu rangkaian yang berlangsung selama 7 hari. Tujuh hari itu terdiri dari: 18-19 Agustus PPSMB Palapa (PPSMB Universitas), 20-21 PPSMB MERDEKA ( PPSMB FH UGM), 22-23 Agustus materi softskill dan ditutup dengan inagurasi membentuk formasi Garuda Pancasila tanggal 24 Agustus.

Di lingkungan fakultas hukum sendiri pelaksanaan PPSMB fakultas yang tahun ini diberi nama “MERDEKA” berjalan lancar. Terkait dengan acara memang ada beberapa perubahan. Perubahan terkait mekanisme penugasan, durasi waktu pelaksanaan yang dipercepat dan komisi disiplin. Hal itu tidak lepas dari peran pihak universitas dengan diterbitkannya Surat Keputusan Rektor tentang PPSMB. Akan tetapi tujuan PPSMB FH tidak berubah yakni untuk menanamkan 12 nilai PPSMB. Selebihnya, seperti materi masih menggunakan konsep tahun sebelumnya.

Tahun ini panitia menyajikan empat materi. Materi pertama tentang hak pendidikan yang dibawa oleh Eko Prasetyo dan Stevanus Kartono. Materi kedua dibawakan oleh Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dan Rifian Ernando mengenai analisis sosial. Materi ketiga tentang pergerakan mahasiswa dengan narasumber Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Mas Muhammad Gibran S. Materi dalam rangkaian PPSMB MERDEKA ditutup oleh Johan Budi (Juru Bicara KPK) dan Oce Madril yang menjelaskan anti korupsi. Selain membuka dan menutup PPSMB MERDEKA, Dekan FH UGM, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M. , juga membuka tiga dari empat materi tersebut.

Tentang Law Fair dan Antusiasme Maba
Hal yang menarik dari PPSMB MERDEKA yaitu dengan adanya law fair. Law fair merupakan kunjungan mahasiswa ke LO (Lembaga otonom) dan LSO (Lembaga Semi Otonom) ke sekretariat masing-masing. Acara law fair dimulai setelah acara inagurasi PPSMB Palapa, yakni pukul 13.00. Pemilihan waktu tersebut dikarenakan antusiasme mahasiswa baru (maba) masih cukup tinggi dan tidak memungkinkan mengambil waktu di PPSMB MERDEKA.

Ferry Ramadhan, Ketua PPSMB MERDEKA, menyatakan tujuan diadakannya law fair. “Kita tidak mau anak-anak 2014 tumbuh di fakultas tapi tidak sedikitpun berhubungan dengan lembaga. Ya hanya kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Kita ingin memperkenalkan lembaga itu di dalam law fair.”

Sedangkan mengenai respon dari maba tahun ini, “Aku rasa maba tahun ini lebih mudah diatur tanpa perlu disiplin yang keras mereka lebih mudah dikondisikan. Yang pasti 2014 lebih kreatif dibanding tahun 2012 ketika saya ospek atau tahun 2013. Antusiasme ke materi juga bagus. Tanya jawabnya, interaktif juga anak-anaknya,”kata Ferry menjadi panitia disiplin PPSMB RESOLUSI 2013.

Evaluasi, Pesan, dan Harapan
Di balik acara besar yang digelar pastilah ada banyak hambatan. Ferry menyelipkan pesan khusus dari pelaksanaan PPSMB tahun ini. “Hampir sama seperti yang Kak Yuris (Ketua Dewan Mahasiswa Justicia) katakan kemarin. PPSMB tahun depan janganlah diambil orang lain. Jangan sampai pure fakultas saja. Harus ada mahasiswa untuk materi dan konsep. Ibaratnya kalau memang universitas ingin mengambil alih di situ ada mahasiswa juga. Anak-anak 2013 yang memegang PPSMB tahun depan harus bantu pengonsepan dan segala macam. Jangan sampai pure fakultas, yang tahu mahasiswa adalah mahasiswa sendiri. Mau tidak mau kita harus terlibat juga. Ketika nanti ada intervensi yang berlebihan jangan takutlah untuk bergerak menyalurkan aspirasinya ke fakultas. Teman-teman 2011, 2012, 2013 siap membantu. Harapannya PPSMB tahun depan lebih baik. Terutama dikomunikasi antara mahasiswa dan fakultas. Semoga anak-anak 2013 lebih kreatif dengan konsep baru yang berbeda dari sebelumnya.”

Selamat datang di Fakultas Hukum UGM, Viva Justicia!© [Hanifah]

Related posts

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com