Surat Kaleng dan Secangkir Kopi Pahit

Prosa Fransisca Fitriana Riani Candra

Ini awal pagiku, bocah.

Berdiri di antara jajaran manusia berkemeja rapi dan berdasi serasi.Yang pikirannya melulu tentang gaji tinggi dan naik jabatan.Sampai tua rela jadi anjing yang berlomba menjilat tuannya.
Sebelum bekerja dengan tumpukan masalah hendakku buat secangkir penuh kopi hitam. Bubuknya kiriman bapak dari kampung. Menderita aku karena baunya. Sebab bangkit lagi memori masa bocah jadinya, dimana bermimpi terasa lebih mudah.

Ah aku tak mau jadi pegawai kantoran, Pak, katamu dulu. Lalu jadi apa, sahut Bapak. Mungkin jadi guru supaya anak-anak si Bondan teman main kelerengku bisa pergi sekolah sepertiku, agar tak mengeluh pilu seperti ayahnya yang iri dengan nasibku, yang hanya sedikit saja lebih beruntung darinya. Bisa juga jadi dokter, dengan begitu sakit paru-paru Bapak biaraku yang pulihkan, dengan biaya yang tak mencekat tenggorokan. Bagus kalau begitu, Nak, timpal bapakmu kemudian ia terbatuk-batuk lagi.

Tapi menjadi aku kinilah kau sekarang, Bocah. Sebentar saja menetap di kota yang banyak bangunan tinggi di kanan-kiri, sudah habis saja kocek. Boro-boro kuliah keguruan atau menjadi dokter, untuk bayar kos saja puasa dahulu. Kalau tak jadi pegawai, jangan harap cukup uang untuk sekedar pulang kampung jenguk Bapak.
Jadi ini jawabku atas sepucuk surat yang kau layangkan dulu. Dari tahun ke tahunku kirimkan balasan suratmu, belum berani kuterakan namaku saking malunya. Nanti saja kalau sudah sukses, nanti ya kalau mimpimu telah terbayar lunas. Kulipatku masukkan, dalam kaleng dengan puluhan surat serupa beserta surat yang kau tulis dulu.
Hai, apa kabar aku di 15 tahun mendatang ? –omong-omong, begitulah bunyi suratmu. Bapakmu di kampung sekarat, Bocah, namun masih sempat-sempatnya mengirim kopi. Pantas saja, pahit rasanya tak hanya di lidah.
Setidaknya takku buat kau jadi pecundang. Sebab pecundang adalah yang tak mau berusaha sama sekali, bukan yang terus berusaha meski masih gagal melulu.

Tags

Related posts

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com