KMFH: Merawat Nasionalisme Melalui Religiositas Umat

31 May 2019 By BPPM Mahkamah

KMFH: Merawat Nasionalisme Melalui Religiositas Umat

BPPM MAHKAMAH Kajian dan diskusi bertajuk Merawat Nasionalisme melalui Religiositas Umat semarakan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kamis petang (16/05/2019) lalu. Diskusi terbuka ini bertempat di Amphitheater Gedung A FH UGM dengan dilanjutkan buka puasa bersama.

Hadir sebagai pembicara, Prof. Drs. Purwo Santoso, M.A., Ph. D, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol)  UGM, memaparkan nasionalisme dan religiositas secara luas, tidak hanya untuk umat muslim saja.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) ini menjelaskan bahwa sikap cinta tanah air itu telah diajarkan oleh founding father NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, “Cinta tanah air sendiri sudah dicetuskan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, melalui prinsip hubbul wathani minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman -red).”

Dalam kesempatan ini Purwo juga menyinggung peran agama dalam kontestasi politik nasional. Menurutnya agama sering digunakan sebagai mobilisasi identitas daripada komitmen.

“Agama lebih sering digunakan untuk mobilisasi identitas daripada komitmen,” Ujar Purwo. “Sekarang  sering terjadi komodifikasi agama untuk kepentingan politik.”

Di ujung pemaparannya, Purwo menyampaikan kesimpulan bahwa dalam menjalankan kehidupan beragama, maka jadikanlah agama itu sebagai rasa, bukan sekedar lafal saja. Selain itu, ia juga menerangkan bahwa penting pula mengutamakan sisi aqidah dan akhlak di samping pengutamaan syariat.

“Kini (praktek menjalankan) agama lebih mengutamakan syariat daripada aqidah dan akhlak. Agama adalah komitmen teologis yang pacarannya tercermin dari akhlak.” Ujarnya memberi kesimpulan yang selanjutnya dilaksanakan sesi dialog dengan peserta yang hadir.

Acara kajian dan diskusi ini ditutup dengan buka puasa bersama. Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan Ramadan di Fakultas Hukum, Ikhwanus Safad Ato’illah, panitia telah menyediakan 200 porsi makanan untuk peserta yang hadir.

“Ada sekitar 200 porsi makanan untuk peserta yang hadir, itu juga ditambah lagi dengan minum seperti es buah dan soda, serta buah-buahan seperi kurma, nanas, dan kelengkeng,” ungkapnya.

Sejalan dengan respon positif dari peserta diskusi, Ikhwan berharap kajian dan diskusi ini dapat menumbuhkan rasa persatuan berbangsa dan bernegara serta ajang silaturahmi antar mahasiswa FH UGM.

Penulis                 : Savero

Foto                       : Istimewa (Dokumentasi KMFH)

Editor                    : Faiz Al-Haq

Total 1 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

COMMENTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *