Grand Summit Hadirkan Berbagai Solusi Untuk Kampus

29 October 2019 By BPPM Mahkamah

Grand Summit Hadirkan Berbagai Solusi Untuk Kampus

BPPM MAHKAMAH — Gelaran Grand Summit hadirkan berbagai pandangan dan terobosan untuk kemajuan kampus biru, 27/10/2019. Acara yang berlangsung di Fakultas Kehutanan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Gadjah Mada Summit 2019. Dalam gelaran ini empat delegasi tampil memaparkan ide dan gagasan untuk kemajuan bidang-bidang yang ada di UGM. Bidang-bidang itu antara lain; Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan; Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi; Sumber Daya Manusia dan Aset; Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.    

Gelaran diawali oleh bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan. Bidang ini memaparkan pentingnya kepedulian dan riset terhadap kesehatan mental mahasiswa. UGM diharapkan lebih banyak melakukan kajian dan riset mengenai kesehatan mental mahasiswa.

Pemaparan selanjutnya adalah bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi.  Tema yang diusung adalah Integrasi pelayanan akademik, e-learning, dan kemahasiswaan berbasis sistem teknologi. Menurut pemateri, hal yang harus dilakukan adalah pembaruan sistem Simaster agar khusus mengatur akademik saja. Upaya ini dilakukan agar Simaster berjalan lebih efisien.

Lebih lanjut, bidang ini juga memaparkan untuk mengintegrasi sistem-sistem e-learning yang telah ada di UGM menjadi sistem satu pintu yaitu, GAMATOP. GAMATOP merupakan penggabungan antara Simaster, Webx, Elok, Elisa, dan sistem e-learning lain yang ada di UGM.

Selain itu produk lain yang ditawarkan adalah Portal Non-akademik (PONKA). Sebagaimana namanya, Portal ini diharapkan mendukung kegiatan mahasiswa dibidang non-akademik. Seperti informasi Beasiswa, exchange, kepanitian, seminar/event, dll. Diharapkan inovasi di bidang teknologi ini akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada panel ketiga, bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, pemateri menyampaikan programnya yaitu, konduktivitas, pengelolaan sampah, dan revitalisasi sepeda kampus.

Disebutkan bahwa masalah konduktivitas ini adalah hal nyata mengingat lokasi UGM yang berada di antara dua jalan raya yang mobilitasnya tinggi. Selain itu terdapat beberapa pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Hal ini secara langsung maupun tidak menimbulkan gangguan kebisingan dalam kegiatan belajar. Solusi yang ditawarkan adalah pemasangan panel akustik di ruangan kelas.

Selanjutnya, panel ini juga mengkritisi pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah ini dinilai kurang efisien dalam mengurangi sampah plastik. Agaknya upaya harus digalakan terutama dari kesadaran diri sendiri. Revitalisasi sepeda kampus juga menjadi sorotan bidang ini. Menurut pemateri, perlu adanya sistem yang menjamin keamanan dan kenyamanan penggunaan sepeda kampus.

Pada panel terakhir, bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat disebutkan bahwa harus ada sosialisasi lebih luas agar mahasiswa turut ambil andil dalam penelitian yang ada. Hal ini berangkat dari masih sedikitnya mahasiswa yang terlibat dalam penelitian.

Grand Summit ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik, Ph.D., Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si, dan Presiden Mahasiswa BEM KM, M. Atiatul Muqtadir.

Acara Gama Summit ini bertujuan untuk merangkul partisipasi mahasiswa dalam Tri Dharma perguruan tinggi untuk memberikan solusi berupa ide, gagasan, dan inovasi. Diharapkan acara ini menjadi ajang anjangsana para cendekiawan muda dari berbagai bidang untuk saling bertukar pikiran, sehingga dapat membangun UGM sekarang, kini, dan nanti.

Penulis : Athena, Salwa
Editor : Faiz Al-Haq

Total 2 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

COMMENTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *