Puncak Peringatan Dies Natalies ke-70 UGM: Pencapaian UGM dan Penghargaan Hamengkubawana IX

BPPM MAHKAMAH — Bertempat di Grha Sabha Pramana, perayaan puncak Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Gadjah Mada diselenggarakan dengan meriah. Setelah melewati rangkaian acara sejak tanggal 19 Juli 2019, peringatan Lustrum ke XIV resmi diakhiri dengan Rapat Terbuka yang dihadiri seluruh sivitas akademika UGM, staf, dan alumni. Tidak ketinggalan pula, hadir mantan Wakil Presiden RI, Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dan Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat UGM, Prof. Dr. Drs. Pratikno, M. Soc. Sc.

Pencapaian UGM

Pada sesi orasi ilmiah dipaparkan banyak pencapaian UGM telah diraih pada umurnya yang menginjak 70 tahun ini. Pencapaian-pencapaian tersebut tidak lepas dari usaha untuk mengembangkan serta memajukan bangsa Indonesia, seperti Desa App yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian. Aplikasi tersebut memiliki kegunaan yang cukup besar, yaitu sebagai wadah komunikasi para petani untuk berinteraksi langsung, serta melakukan konsultasi dengan para ahli dan berbagi informasi dengan petani lainnya guna percepatan swasembada pangan.  Di samping itu, ada pula program Techno Park yang dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan. Program tersebut menggabungkan bidang peternakan dan kesehatan hewan, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat untuk swasembada daging sapi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Tidak hanya itu, UGM juga selalu berbenah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi peningkatan mutu pendidikan sampai pada kancah internasional. Tercatat pada tahun 2019, diselenggarakan 15 summer course dengan keterlibatan 144 dosen internasional dari 29 negara dan 323 mahasiswa internasional dari 30 negara. Selain itu, UGM juga terus membenahi infrastruktur yang ada dengan tujuan untuk menciptakan suasana nyaman dan menyediakan fasilitas yang lengkap untuk menunjang kebutuhan para mahasiswa. Usaha-usaha yang dilakukan tersebut tidaklah sisa-sia. Hal tersebut dibuktikan dengan terus naiknya peringkat UGM sejak tahun 2015 hingga 2020 yang telah mencapai peringkat 320 besar dunia berdasarkan QS World University Rankings

Berdiri untuk membantu dan maju dengan sesama

Dalam semarak kemeriahan Rapat Terbuka, terdapat hal menarik yang menjadi sorotan para hadirin, yaitu hadirnya penerjemah pidato yang diperuntukan bagi kawan-kawan tunarungu. Sudah menjadi ciri khas dari Kampus Kerakyatan ini untuk menerima mahasiswa penyandang disabilitas di setiap tahun ajaran baru. Hal ini merupakan salah satu realisasi UGM mewujudkan pendidikan inklusif bagi setiap orang. Kebijakan tersebut menjadi pertanda bahwasanya UGM tidak hanya melulu mengejar mutu akademik, tetapi juga peduli terhadap mimpi-mimpi anak penyandang disabilitas untuk dapat mengecap jenjang pendidikan perguruan tinggi.  

Hamengkubawana IX Award

Di akhir acara sekaligus inti dari acara, UGM memberikan penghargaan Hamengkubawana IX Award kepada tokoh-tokoh yang memiliki jasa serta semangat perjuangan seturut teladan Sri Sultan Hamengkubawa IX. Pemberian penghargaan ini telah menjadi tradisi yang dilakukan di setiap peringatan hari jadi UGM sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa menyumbangkan tenaga serta pemikirannya kepada bangsa dan negara. Tahun ini Hamengkubawa IX Award diberikan kepada Kepala BKKBN dr. Hasto Wardyono, serta Guru Besar UGM Prof. Murdijati Gardjito atas jasa-jasanya dalam bidang kebudayaan, kebangsaan, kenegaraan, serta kemanusiaan. Hamengkubawana IX Award juga diberikan kepada Jusuf Kalla atas jasa-jasanya yang telah berhasil memajukan dan menyejahterakan rakyat selama beliau berjuang dalam masa pengabdiannya sebagai pejabat pemerintah. 

Penulis: Rosa

Foto: Agas, Winda

Editor: Mustika

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...