Kolaborasi Intergenerasional pada Bonbin Reborn 3

BPPM Mahkamah – Bertempat di gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berlangsung konser kolaboratif alumni UGM angkatan 80’- 90’ dengan mahasiswa aktif klaster sosial humaniora. Bertajuk Bonbin Reborn 3, kegiatan yang diselenggarakan oleh para ‘penghuni’ bonbin dari angkatan 1987 hingga 2019 ini dibagi menjadi dua macam kegiatan yaitu donor darah (14/02/2020) dan pertunjukan seni (15/2/2020).

Bonbin yang menjadi bagian kenangan dari para alumni sejak berdirinya pada 1987 sendiri, bukan hanya sekadar kantin tempat makan mahasiswa, melainkan juga saksi bisu berkumpulnya para akademisi, aktivis, dan bahkan seniman dalam berbagai kegiatannya. Arti dari nama “Bonbin” yang beragam masih diperdebatkan sehingga menjadi ‘kepercayaan’ bagi para penggemarnya. 

Acara Bonbin Reborn adalah acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2016 sebagai bentuk perekatan solidaritas antara mahasiswa. “Kami hendak mengawali acara Bonbin Reborn dengan merekatkan persatuan antar mahasiswa dengan melakukan kegiatan bakti sosial. Salah satu caranya adalah dengan menggelar event donor darah,” Ujar Josardi, mahasiswa Fakultas Filsafat angkatan 2016 sebagai ketua panitia Bonbin Reborn 3. Kegiatan pra acara Bonbin Reborn 3 yang mengusung tema “An Intergenerational Creative Collaboration” tersebut sangat direkomendasikan untuk diikuti seluruh mahasiswa agar dapat berkumpul, menolong sesama, serta berekspresi sebebas mungkin.

Konser yang berlangsung pada malam minggu lalu, turut menghadirkan para bintang dari zamannya, seperti Esnanas, Epilepsy, Feel Good, Fahrenheit, Sandalaras, Jasmine Elektrik, juga Sandemonink (Legend). Selain itu, konser kolaboratif satu rumpun sosial humaniora ini juga dimeriahkan oleh band-band dari para mahasiswa aktif, yakni Sastromoeni Gen. 17 (Fakultas Ilmu Budaya), Burjois (Fakultas Filsafat), Sanggar Apakah (Fakultas Hukum), Forum Musik Fisipol, Economic Session Band (FEB), Sastra Budaya, KRST, juga Sandemonink (Nowadays).

Pertunjukan seni tersebut juga dilengkapi dengan kehadiran para pedagang Bonbin seperti Yu Par, Mbak Ning, dan pedagang lainnya. Dalam satu kesempatan Yu Par mengaku telah berjualan sejak awal Bonbin lahir yaitu tahun 1987. Para alumni yang biasa ‘nongkrong’ di Bonbin juga diakuinya tetap menjadi pelanggan setia di tempatnya. Menjadi sosok yang legendaris, Yu Par menjadi langganan para mahasiswa ketika memiliki waktu untuk istirahat makan siang. 

Penulis: Athena, Akmal
Fotografer: Agas
Editor: Mustika

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...