Menyingkap Teror Orang Tak Dikenal di FH UGM

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) mendapat teror dari orang tak dikenal pada Selasa (18/02). Pelaku memasuki Gedung A FH UGM lalu menemui seorang dosen di ruangannya sembari melayangkan pemberitahuan tentang akan terjadinya pembunuhan terhadap salah satu dosen.

Sutanto, dosen Departemen Hukum Perdata yang didatangi pelaku, menceritakan bahwa setelah ia selesai menemui dua mahasiswa yang berkonsultasi di ruangannya, seseorang tak dikenal mengintip melalui kaca pintu kemudian masuk ke ruangannya setelah ia persilakan. 

Beberapa saat setelah memasuki ruangan, yakni sekitar pukul 10.35 WIB, pelaku memperhatikan sekeliling ruangan Sutanto. “Setelah dia sampai di situ (di belakang kursi tamu), dia berhenti, terus pandangannya ngeliat semua sisi, sekeliling. Tidak lihat saya, (namun) lihat sekeliling, semuanya dilihat. Agak pelan gitu ya, (pelaku) bukan sekedar memandang, tapi mengamati,” ujar Sutanto.

Pelaku yang mengenakan kaos tak berkerah dan jaket hitam sambil membawa tas di pundak itu kemudian mengatakan kepada Sutanto bahwa akan terjadi pembunuhan terhadap dosen di fakultas hukum.

“Saya datang ke sini hanya ingin memberi tahu, Pak. – Ya, memberi tahu tentang apa? – Bahwa akan terjadi pembunuhan kepada dosen di Fakultas Hukum UGM.” ungkap Sutanto sambil menirukan ucapan pelaku.

Mendengar hal itu Sutanto langsung menanyakan siapa dosen yang dimaksud oleh pelaku. “Siapa orangnya, Anda tahu gak? – Enggak, Pak – Kalau begitu ya sudah. Kalau Saudara sudah memberi tahu saya dan saya sudah tahu, maka saya ucapkan terima kasih.” ujarnya. Sesaat setelah itu pelaku meninggalkan ruangan lalu menuju ke arah tangga.

Sebelum mendatangi Sutanto di ruangannya yang terletak di lantai tiga Gedung A, dalam CCTV yang terpasang di lokasi-lokasi terkait, terlihat bahwa pelaku sempat menemui beberapa mahasiswa di lantai satu Gedung IV.

Tipal, salah seorang mahasiswa yang sempat berkomunikasi dengan pelaku, mengaku bahwa pelaku bertanya soal lokasi Pusat Kajian dan Bantuan Hukum (PKBH) FH UGM.

“Ceritanya udah tuh, turun dari lantai… hm… tiga, lagi (selesai dari) kelas. Sampai di lantai satu, udah kan, ngumpul di depan kursi. Tiba-tiba orangnya (pelaku) nyamperin tanya tentang Pusat Kajian dan Bantuan Hukum (PKBH) – kalau gak salah ya –. Terus aku tanya, “PUKAT (Pusat Kajian Anti-Korupsi), Mas?” Terus dia jawab, “Oh bukan, (maksudnya) Pusat Kajian dan Bantuan Hukum” begitu,” ujar Tipal.

Teman Tipal yang juga sempat berinteraksi dengan pelaku, Trianda, memberi keterangan yang senada. Ia menegaskan bahwa pelaku yang berkaos dan membawa tas itu menanyakan soal lokasi PKBH kepada dirinya dan teman-temannya.

Dalam menanggapi peristiwa ini, Dekanat FH UGM merilis sikapnya melalui surat edaran yang diterbitkan sehari pasca kejadian. Dekanat menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak internal fakultas maupun eksternal yang relevan di lingkungan UGM, termasuk otoritas keamanan yang berwenang seperti Polsek Bulaksumur dan Polda D. I. Yogyakarta.

Terhadap peristiwa ini, sivitas akademika FH UGM diimbau agar menjaga kewaspadaan dan tetap tenang dalam menyikapi peristiwa. Dekanat juga menerangkan bahwa institusi yang bersangkutan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebagaimana mestinya.

Penulis: Savero Aristia
Editor: Mustika
Ilustrator: Winda Hapsari

Total 8 Votes
1

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...