TANYA BIMAUNG SEPUTAR PEMIRA 2020

TANYA BIMAUNG SEPUTAR PEMIRA 2020

Pemilihan raya mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UGM 2020 tinggal menghitung jam. Kegiatan Pemira ini, menjadi ajang praktik demokrasi bagi para mahasiswa setiap tahunnya. Namun, keadaan luar biasa yang terjadi di tahun 2020 menyebabkan seluruh kegiatan —tak terkecuali Pemira— untuk dihelat secara daring (dalam jaringan). Untuk itu, kontestasi politik mahasiswa FH yang diikuti dua peserta yaitu Muhammad Rayhan dan Mahdi Yahya ini, dilangsungkan secara berbeda dengan tetap menjaga animo antusiasme yang ada.

Meski serba online, kegiatan yang bertujuan untuk memilih ketua Lembaga Otonom Dema Justicia tersebut, tetap mendapatkan atensi besar utamanya dalam lingkungan mahasiswa FH UGM. Kendati demikian, tak semua mahasiswa paham mengenai Pemira itu sendiri. Oleh karena itu, BPPM Mahkamah melakukan wawancara bersama Bimaung, maskot ikonik dari Pemira 2020. Pada kesempatan kali ini, macan ‘demokrasi’ tersebut, akan menjelaskan beberapa hal mengenai Pemira 2020 yang perlu kita ketahui. Yuk simak penjelasannya!

Bimaung, kenapa sih pemilihan Ketua Dema harus diikuti seluruh mahasiswa S1 FH UGM melalui Pemira, padahal tidak semuanya adalah pengurus Dema? Terus, kenapa penting bagi mahasiswa aktif S1 FH UGM untuk memilih Ketua Dema? 

Pertama, ketua dema merupakan ketua dari seluruh mahasiswa FH terutama di tingkat S1. Kedua sebagai ketua dari lembaga otonom yang mewadahi seluruh elemen mahasiswa, mulai dari lembaga semi otonom hingga tiap mahasiswa FH itu sendiri. Sehingga, pemilihan yang dilakukan bukan semata-mata ketua organisasi, tetapi lebih ke representasi amanat oleh mahasiswa FH UGM dalam bentuk Ketua Dema sehingga menciptakan wadah yang telah diharapkan sebelumnya.

Dari segi konsep dan teknis pelaksanaan, apa sih bedanya Pemira tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya? 

Tahun-tahun sebelumnya, Pemira selalu dilaksanakan luar jaringan (luring) termasuk kegiatan sosialisasi dan kampanye. Pemilih datang langsung untuk memberikan suara di TPS. Pemira tahun ini yang dilaksanakan di tengah pandemi, membuat hampir seratus persen rangkaian acaranya dilaksanakan secara daring. Bila debat publik yang dahulu mengharuskan audiens datang ke suatu tempat untuk menyaksikannya, sekarang bisa diakses langsung melalui kanal Youtube KPRM FH. Begitu pula untuk teknis pemungutan suara, di Pemira tahun ini, pemilih dapat menggunakan hak pilihnya hanya dengan gadget masing-masing. Hal inilah yang menjadi keistimewaan dan pembeda Pemira tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk menjadi calon ketua Dema Justicia, apakah harus dari mereka yang pernah menjadi pengurus Dema? Di luar pengurus Dema apakah boleh? 

Tidak, berdasarkan peraturan Dema Justicia sendiri telah memberikan kesempatan dan peluang bagi seluruh mahasiswa/i aktif S-1 Fakultas Hukum UGM tanpa terkecuali untuk dapat mencalonkan diri sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Justicia. Dalam kata lain, hak untuk menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Justicia tidak terbatas hanya diperuntukan pada struktural maupun kader Dema itu sendiri.

Tahun ini, bagaimana teknis pelaksanaan Pemira itu sendiri? Buat kami para pemilih, apa yang harus dilakukan dari awal? 

Dari segala rangkaian acara itu dilakukan online dan semi online. Seperti debat publik yang dilakukan langsung oleh para calon ketua dema hingga panelis, namun dapat diakses oleh audiens secara online. Kemudian untuk kampanye kelas dilakukan dengan masuk ke room kelas. Teknis pemungutan juga dilaksanakan secara online melalui Simaster. Maka, untuk yang memiliki Simaster maka bisa memilih di Pemira. 

Untuk para pemilih, utamanya yang masih asing dengan Pemira ini, bisa stand by aja pas hari pemungutan, selama ada Simaster akan aman, karena Simaster mereka terintegrasi secara otomatis. Kemudian yang pasti ialah menyediakan koneksi internet yang stabil. Juga, menetapkan pilihan karena menyangkut Dema 1 tahun ke depannya.

Apa kesulitan pelaksanaan Pemira tahun ini dibandingkan tahun lalu? 

Kalau kesulitannya tahun ini, itu lebih menyangkut ke hal-hal teknis. Karena hampir seluruh acaranya dilaksanakan dalam jaringan (daring), adanya kesalahan teknis bisa berakibat fatal. Misalnya ketika acara debat publik yang disiarkan langsung di Youtube, proses pelaksanaannya lumayan rumit. Perlu dipersiapkan alat-alat seperti kamera, clip on, dan lain-lain sebagai penunjang, juga perlu penguasaan IT yang cukup. Kalau dibandingkan, teknis acara offline sepertinya lebih sederhana. 

Selanjutnya adalah adanya kendala komunikasi. Baik antarpanitia Pemira sendiri, maupun dengan audiens dan pihak luar, kemungkinan besar dapat terjadi mis-komunikasi karena semuanya dilakukan secara online. Misalnya kemarin ketika ada kegiatan sosialisasi di kelas-kelas, sempat ada dosen yang membatalkan kelas online secara mendadak atau kelas ternyata dilakukan secara asinkronus. Hal-hal seperti inilah yang menjadi kesulitan dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Pemira tahun ini.

Apa kelebihan pelaksanaan Pemira tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu? 

Karena adanya perbedaan sistem pemilihan pada tahun ini, yaitu dengan sistem online maka yang menjadi salah satu kelebihan dari Pemira tahun ini adalah sistem pemungutan suaranya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana dalam menggunakan hak pilih, para pemilih harus datang langsung ke bilik suara, Pemira tahun ini akan memberikan kemudahan bagi para pemilih untuk dapat menunaikan hak pilihnya hanya dengan bermodalkan smartphone dan koneksi internet yang baik. Selain itu, dengan sistem online ini, perhitungan suara juga akan menjadi lebih mudah dilakukan terlebih mengingat tidak adanya suara yang tidak sah.

Jika terlambat mengikuti alur rangkaian kegiatan Pemira sehingga kurang mengenal calon ketua, apa yang harus dilakukan? 

Untuk pemilih baru yang ketinggalan rangkaian acara Pemira, bisa cek Instagram Pemira yang ada visi misi, unjuk bakat, hingga essai para calon ketua Dema. Bisa juga dilihat aturan-aturan seputar Pemira yang dikeluarkan alat kelengkapan baik berupa peraturan hingga keputusan, melalui akun instagram @pemira_fh2020. Dalam hal pemilih, di Perdem dan PKPRM juga dijelaskan bahwa seluruh anggota Dema Justicia yaitu mahasiswa S-1 itu berhak untuk memilih ketua Dema Justicia.  

Jadi gimana? Masih ragu untuk milih? 

Penulis: Athena Huberta, Fatih Erika, Rieska Ayu
Editor: Mustika
Sumber Foto: Akun Resmi Line Pemira FH UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...