Author Archives: Moses Ompusunggu

agaaf

ART|JOG 2014: Reproduksi Lakon Kekuasaan yang (Tidak) Kasat Mata

ART|JOG 2014: Reproduksi Lakon Kekuasaan yang (Tidak) Kasat Mata

Liputan oleh: Moses Ompusunggu The worst illiterate is the political illiterate, he doesn’t hear, doesn’t speak, nor participates in the political events. Itu kalau kata Bertolt Brecht, dramawan Jerman yang Marxist itu. Ketidakpahaman -katakanlah ketidakpedulian- akan politik, jika merujuk pada kalimat Brecht, tidak akan membawa sedikitpun angin segar bagi kehidupan seseorang, bahkan lebih mendatangkan mudarat

Bme6SNaCMAEKrJh

Marsinah: The Light That Will Never Goes Out

Obor Marsinah! Nyalakan!!! Suara rakyat! Nyaringkan!!! Capres pelanggar HAM! Lawan!!! Kerja aman, upah layak, bebas kekerasan seksual! Perjuangkan!!!   Pelataran depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (30/4) malam, begitu pekat dengan aura perjuangan. Ratusan orang, kebanyakan perempuan, menyemut di pelataran yang sekelilingnya telah dipasangi bambu tebal sepanjang satu meter yang diberi nyala api itu. Poster

salvador

Kegilaan Seorang Jurnalis Kuyu di Negeri Antah Berantah

Judul               : Salvador. Sutradara         : Oliver Stone. Pemain                        : -          James Woods (Richard Boyle). -          James Belushi (Doctor Rock). -          John Savage (John Cassady). -          Cynthia Gibb (Cathy Moore). -          Elpidia Carrillo (Maria). -          Tony Plana (Major Max). Tahun              : 1986. Produksi          : Oliver Stone dan John Green Peresensi         : Moses Ompusunggu   Ini adalah

WP_20140423_14_36_35_Pro

Sepenggal Catatan dari Hearing Dekanat

Ada beberapa poin menarik yang dihasilkan dari dialog antara Dekanat Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dengan mahasiswa dalam Hearing Dekanat yang dihelat pada Rabu (23/4) di Ruang III.1.3. Dari mulai agenda kuliah antar semester yang didesak oleh mahasiswa agar segera diinisiasi oleh Dekanat, sampai dengan konfirmasi resmi terkait keberadaan Pusat Kajian Bantuan Hukum

dalih_pembunuhan_massal_pict

Mendalilkan G-30S untuk Mereka yang Awam

Judul               : Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto Judul Asli        : Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup  d’Etat in Indonesia Penulis             : John Roosa Peresensi         : Moses Parlindungan Penerbit           : Hasta Mitra Tebal               : xxiv+392 halaman   Sebelum membaca buku ini saya menempatkan diri sebagai seorang pembaca

WP_20140404_14_19_00_Pro

SMI: Degradasi Moral Mahasiswa Yogya Karena Budaya Konsumtif

Gaya hidup mahasiswa Yogyakarta dewasa ini semakin menjauh dari tradisi keilmuan yang sejak lama sudah mengakar. Persoalan utama yang dialami mahasiswa Yogyakarta adalah kemerosotan moral yang ditandai dengan berbagai indikator, sebagaimana disampaikan oleh Social Movement Institute (SMI) dalam Presentasi Hasil Riset Gaya Hidup Mahasiswa di Ruang Multimedia Fakultas Hukum UGM, Jumat (4/4). Riset yang dilaksanakan

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com