Category: LEKSIKON

Menjelma Kematian

Menjelma Kematian

25 June 2019 By BPPM Mahkamah

Aku sudah mengintai perempuan itu selama beberapa saat sekarang. Memang, apabila diperhatikan tidak dengan seksama, ia tampak baik-baik saja. Rambut cokelatnya jatuh hanya sedikit di bawah bahunya. Matanya kecil dan bersinar seperti lampu jalan yang redup. Kulitnya halus, meski tak semulus dulu, dengan sedikit ornamen-ornamen yang diberikan usia kepadanya. Ia tinggal hanya berdua dengan suaminya.

Read More

Rumah dan Segala Sesuatu yang Membuatnya Bukan

2 April 2018 By BPPM Mahkamah

Di sebuah malam yang tak lazim itu—tak pernah terdapat satu kali pun perasaan itu terkatung-katung di kerongkongannya bagai makanan yang tak mau tertelan—ia memikirkan adanya kemungkinan perasaan rindu rumah. Rumah. Rumah… Sebuah kata yang terdengar asing dan jauh, seperti dari dunia lain, peradaban lain. Mendadak ia merasa tak lagi fasih berbahasa. Apa itu rumah? Otaknya

Read More
Rumah dan Segala Sesuatu yang Membuatnya Bukan
Candhik Ayu dan Kehadiran Nona Ratmi

Candhik Ayu dan Kehadiran Nona Ratmi

11 February 2018 By BPPM Mahkamah

oleh Ade Wulan Fitriana Suatu hari, mentari kala itu mulai terbenam. Langit biru yang telah lama menghiasi langit desa akhirnya bertemu dengan warna kuning keemasan sehingga menciptakan gradasi warna merah menyala di antara keduanya.  Suatu pemandangan elok di waktu sore ini sering disebut oleh orang Jawa “Candhik Kala” atau “Candhik Ayu’. Candhik Ayu? sebuah tarian

Read More

Dua Sisi

27 June 2017 By Redaksi

Dua Sisi Oleh: Tata Wardhani Tubuh Mayang tergeletak di atas kasur kamar tidurnya. Matanya yang indah terbuka, tetapi tidak lagi memancarkan kehangatan. Tubuh telanjangnya kini kaku. Darah membanjir dari lehernya, mewarnai seprai yang telah menjadi saksi bisu kehidupan cintanya bersama suaminya. Kini seprai putih itu pun menjadi saksi bisu pemerkosaan dan pembunuhannya. Seorang lelaki bertubuh

Read More

Aku Membunuh

16 March 2017 By Redaksi

Sepoy angin mulai mengusap pipi penuh jerawat ini. Sinar mentari yang meredup berhasil menamatkan lamunan panjangku. Aku mengangkat pantatku dari kursi biru di sudut kiri beranda rumahku. Kutempelkan tanganku di gagang pintu, tapi aku tidak membukanya. Aku berhenti dan membiarkan otakku berfikir. Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya aku membuka pintu berukir bunga itu. Pintu

Read More

Burhan, Pengendara Motor Abadi di Kampung Lele

15 January 2017 By Redaksi

Oleh Ade Wulan Fitriana, FH UGM 2016 Sudah menjadi mitos tersendiri di Kampung Lele untuk tidak berkendara pada malam hari. Bagi yang melanggar akan meninggal secara tragis seperti Burhan. Raden Bagus Burhanuddin Syafe’i, seorang lelaki pendiam yang hidup dalam keramaian. Ia tampan, sopan, dan cerdas. Kecerdasannya telah dibuktikan dengan hasil prestasi dan nilai yang bagus

Read More

Wanita Yang Jauh di Sebrang

13 January 2017 By Redaksi

  Oleh : W.Bahari (2016) Yang ku diam begitu ramai tiadalah air begitu melimpah disini aku tunduk diam dan berandai sejenak ku redam indera ini ku rasakan lepas tanpa ku sadari ya… itu yang ku maksud tapi bukan, bukan kenari melainkan melati tapi kau bilang tak mungkin.. aku bilang itu ya sudahlah bu.. ku pijak

Read More

Kosong

30 September 2015 By Redaksi

Yang Tersayang, Gayatri, semestaku, satu-satunya milikku yang paling berharga. Hari itu kau datang padaku dengan air mata, masih ingatkah? Kutanya, apa yang menyebabkan kau menangis duhai cinta? Katamu manusia. Manusia yang tega, tanpa belas kasih, membunuh ulat yang lemah tak berdaya. Begitu juga aku. Aku dengan tega dan tanpa belas kasih membunuh koloni semut yang

Read More