Waktu yang Perlahan Merubahnya

Aku amati dia

Dari lama, lama sekali

 

Dia duduk, tak selang waktu dia bangkit, lalu berdiri

Menarik napas dalam

Benar-benar dalam –seperti seluruh udara ingin dihirupnya–

Sepuluh detik setelahnya

Dia membuka mulut hendak berteriak

 

Berteriaklah dia,

Ingin dunia mendengar remuk redam isi otaknya,

Tapi dunia memilih diam

Dia menurunkan getaran frekuensi hingga tinggal berbicara,

Berbisik, kemudian seperti tinggal berdesir

Perlahan sunyi dan matanya menerawang untuk memilih

Bermimpi

 

Aku membaca dari kerlip cahaya matanya

Bermimpi, berharap,membayangkan,mengira, pada akhirnya termenung

Terjadi lagi

Binar itu hilang sempurna

Bersama waktu dia  tenggelam dalam

Diam

 

Diam. Sungguh dia diam.

 

Aku menunggu apa kelak yang akan dia  lakukan

Lama aku pusatkan atensiku padanya

Dia tak bergeming

Aku iba

Satu hal yang aku mengerti tentang dia

Dia telah menyerah

 

 

Related posts

One Comment;

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com