Pers Mahasiswa Masa Kini

Oleh: Imam Prabowo

 

Pers Mahasiswa (persma) merupakan suatu wadah bagi para mahasiswa untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam bidang jurnalistik sekaligus sebagai penyalur ide-ide kreatif sastra maupun non sastra dan aktualisasi permasalahan baik di tingkat fakultas , universitas maupun tingkat nasional.

Sejak era orde lama hingga era reformasi peran dan fungsi pers mahasiswa mengalami perubahan. Pada zaman penjajahan, pers mahasiswa bertindak sebagai ujung tombak dalam mengusir cengkraman kolonialisme. Ketika zaman kemerdekaan, peran pers mahasiswa menjadi media informasi utama penyalur kabar proklamasi kemerdekaan RI ke berbagai penjuru nusantara dan bahkan dunia . Hingga zaman sekarang peran mahasiswa sebagai kaum intelektual telah menjelma menjadi fungsi kontrol terhadap kebijakan-kebijakan kampus maupun terhadap kebijakan-kebijakan mahasiswa. Tidak hanya itu, pers mahasiswa sekarang juga menjadi sarana dalam memperjuangkan kepentingan-kepentingan masyarakat maupun mahasiswa dan pada hakikatnya senantiasa berpihak kepada kaum-kaum marginal dan masyarakat yang merasa dirugikan dan ditindas haknya oleh penguasa/pemerintah.

Persma pada dasarnya memiliki sejumlah fungsi meliputi fungsi informasi , edukasi , transformasi dan kontrol, hal ini mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999. Fungsi informasi artinya, persma harus mampu memberikan informasi yang terbaru baik di tingkat fakultas, universitas , tingkat kemasyarakatan maupun di lingkup kenegaraan dan dunia . Info tersebut hendaknya betul-betul dapat dipercaya dan dapat diuji kebenaranya agar tidak menimbulkan kegaduhan dan keresahan bagi masyarakat dan mahasiswa.

Persma juga memiliki fungsi edukasi artinya bahwa setiap informasi atau hal – hal yang diinformasikan bukan sekedar pemberitahuan semata atau  hanya bertujun untuk menaikkan nilai tawar dalam masyarakat , akan tetapi suatu informasi yang disajikan oleh persma harus mampu mengedukasi dan memberikan nilai positif serta memberikan pengetahuan khususnya kepada masyarakat umum dan kaum intelektual. Fungsi transformasi artinya, bahwa setiap informasi-informasi yang diberikan tidak sekedar hanya pemberitahuan dan pengetahuan semata , melainkan penulis harus mampu mentransformasikan wacana-wacana atau informasi tersebut dalam suatu kalimat-kalimat yang sederhana dan mudah dimengerti.

Fungsi persma yang tidak kalah penting adalah mampu menjadi media kontrol sosial. Fungsi ini menempatkan persma sebagai pengawas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan agar dalam mengeluarkan kebijakan nantinya harus didasari kepentingan  umum.

Sebagai bekal menjadi seorang jurnalis muda yang mengedepankan intelektualitas ,  setiap mahasiswa dituntut untuk mengerti , mengetahui dasar-dasar sikap dunia jurnalistik yang meliputi pengetahuan (knowledge) , keterampilan dan ketaatan dan integritas . Pengetahuan , bahwa setiap jurnalis dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas sebagai bekal utama dalam menyajikan informasi-informasi dan sajian sajian yang akurat. Keterampilan , bahwa seorang jurnalis harus memiliki keterampilan yang mumpuni dalam hal pengumpulan informasi dan tekhnik-tekhniknya agar kerja seorang jurnalis mampu efektif dan efisien. Terakhir adalah ketaatan dan integritas , setiap jurnalis yang baik dan lurus semestinya dalam bekerja berpedoman pada kode etik yang telah ditetapkan. Konsistensi seorang jurnalis dalam pelaksanaan  mematuhi kode etik menjadi kunci utama guna mewujudkan jurnalis yang intelektual dan berintegritas.

*

*

Top
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com